Semenit kemudian akhirnya Pak Irfan berhasil memasukkan penisnya ke dubur Sherin, dia mendiamkannya untuk beradaptasi dengan jepitannya yang keras. Bokeplive “Dasar bajingan, istri sendiri diomongin gitu” omel Sherin dalam hati. Pak Udin tersenyum puas melihat wajah terangsang Sherin yang bersemu merah. Sherin menghempaskan pantatnya hingga terduduk di tepi ranjang tanpa melepas pandangan marahnya pada pria itu. Setelah air di bathtub penuh, Sherin menaburkan sabun ke dalamnya hingga berbusa lalu dia masuk ke dalam dan membasuh tubuhnya dari sisa-sisa persetubuhan. Sentuhan tangan keriput itu pada payudaranya mulai menimbulkan sensasi aneh, darahnya bergolak dan nafasnya mulai tidak teratur. “Iya toh…enak tenan bener sepongan Non…emmm…hati-hati Non, jangan kena gigi !” ucap Pak Irfan sambil merem-melek keenakan.Dengan birahinya yang semakin naik, Sherin pun mulai menikmati diperlakukan demikian, tidak nampak dirinya meronta seperti orang diperkosa ataupun menangis seperti dulu waktu pertama kali




















