Aufa bisa saja marah dan memaki maki pria kurang ajar itu , namun entah mengapa ia membiarkan pria itu mengelus elus lengannya.merasa tak ada penolakan dari Aufa , pria itu terus mengelus elus lengan Aufa, sambbil terus menatap pada layar.Aufa sendiri hanya terdiam nafasnya seolah terhenti , ia tak bisa ( atau tak mau) menolak perlakuan pria itu , ia malah memejamkan mata seolah menikmati sentuhan demi sentuhan yg dilakukan oleh pria disebelahnya. Bokeplive Aufa menempati tempat duduknya , dan sementara film belum mulai diputar , pikiran Aufa melayang , memikirkan tentang mantannya dan masa masa indah dulu.“maaf…permisi mbak …numpang lewat…….” sebuah suara mengaggetkan Aufa.seorang pria tampan tampak tersenyum pada Aufa , tatapan pria itu menimbulkan perasaan aneh pada diri Aufa.“ooh..ya ..maaf…” kata Aufa tersadar dan memberi jalan untuk pria itu lewat, dan ternyata pria itu duduk




















