Assalamualaikum.” ujarnya berpamitan.“Waalaikum salam, hati-hati di jalan, Bram.”“Ya ampun tuh anak manis banget sih sikapnya.” gumamku dalam hati.Aku menatap lekat punggungnya saat ia berjalan menjauhiku. Bahkan kali ini ia lebih menyeramkan dari mak lampir.CIIAAT!!PLETAK!!BAAG!!BUUG!!BAAK!!KO!! Bokeplive Aku menyebutnya begitu karena dia memang cantik namun juga menyeramkan seperti hantu. Namun sorot matanya pada Nita menggambarkan pancaran yang penuh kebencian.“Aku duluan, ya Nin.” ujar Nita berpamitan dengan senyum merekah dan mata berbinar menatap Nina. Kalau kamu?” sahutku dan balik bertanya.“Hari ini, aku gak ada kuliah!” sahutnya memberitahu. Mikir…. Sembari membakar sebatang rokok, aku berpikir tentang kejadian yang barusan terjadi. Menyeramkan bukan?!“Ah… Biasa saja. Mendingan aku selonjoran di sofa deh, sambil tiduran nungguin dia selesai mandi.” Kataku dalam hati. “Nin maaf ya, aku balik duluan.” pamitku dengan sedikit terhuyung karena Nita menarik tanganku dengan keras.“Iya Bram, enggak papa kok. ●°●°●“Tuh kan,




















