Sekarang aku ingin menceritakan cerita flash back beberapa tahun yang lalu. Bokeplive Sampai pada akhir-nya aku menjadi bosan sendiri dengan kebiasaan baru Karen. Aku menjadi semakin care dan menjadi teman curhat bagi-nya. “Setelah tidak sengaja melihat Karen sedang mandi, aku segera menutup pintu kamar mandi itu. Kali ini Karen hanya bisa mendesah, dan tidak jarang nama-ku disebut oleh-nya. Kulit-nya putih, halus, dan mulus. Kak Ditto sekarang bisa melihat tubuh Karen yang terlanjang, seberapa lama kak Ditto mau.”. Kalo masih pening atau demam, tidur lagi. Karen membawa dvd film drama Korea pinjaman dari teman-nya. Pernah aku berpesan kepada Karen supaya ‘keep-down the voice’, biar aku dan Lisa tidak merasa risih. Aku bersiap diri, mengenakan hem dan jas kerja-ku. Karena susah-nya mencari pekerjaan tetap, untuk membiayai kehidupan sehari-harinya, Karen bekerja casual di cafe dekat kantorku. Karen ngga janji ada




















