Dari balik kaca jendela kamarku, kulihat sesosok wanita turun. Gimana? Bokeplive Sore itu Ibu Lina pulang dan mendapati kami masih asyik bergulat di ruang tengah. Hihihihii..” “Siap deh, Bu”, sahutku. Ia tersenyum manis sekali.Walau baru kali ini bertemu, langsung saja ia merangkulku lembut. “Ada apa, jantanku”, sahutnya sayu. Dibelainya wajahku dan dikecupnya bibirku. Besok Ibu mau sepuas-puasnya. Malah Mey yang akan kewalahan. Nih, lagi rebahan telanjang bulat di sampingku”, sahutku. Yah khan.” “Tentu jantanku. Semuanya itu pengalaman baru baginya. Cepat!” Kuturunkan pantatku dan mengamati kemaluanku yang tegak ke atas. Ia semakin tidak berdaya seperti kapas kering yang terapung. Mendadak aku menerobos ke atas dgn gerakan cepat dan keras. Sebentar lagi tubuh indah itu akan kugumuli lagi, bukan saja karena aku suka, tetapi itu juga kerinduannya. Tapi aku harus menahan diri. Aku tersenyum penuh kemenangan.




















