“Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya”, ajak istriku. Bokeplive Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah.




















