Noona romance Tante Montok Colmek Menjerit Mendesah: hangat, manis, dan tulus. Bokeplive Plus: momen jujur. Minus: cekcok klasik. Untuk hati siap baper. Mulai sekarang.
Aku hanya melihat, matanya polos menerawang jauh langit di atas sana yang menguning pertanda malam akan segera tiba. Tapi kemudian aku menguburnya dalam-dalam. Sekarang “anak kami” sudah dapat berjalan. Sambil mengumpulkan ranting, kami membicarakan apa yang sedang dilakukan Fadli dan Lia di dalam tenda. Tapi tiga bulan berikutnya Wulan menghubungiku dan dia dengan memohon meminta aku bertanggung jawab atas kehamilannya. Wulan dengan tertatih-tatih mengambil celana dalam, jeans, lalu mengenakannya. Aku tidak tahu apa yang sedang Wulan rasakan. Wulan semakin meronta sambil menghardik, “Rob, apa-apaan sih.., Lepas.., lepas! Wulan mengiba, “Aduhh.., sudah dong Ro.., ampun.., sakit Rob”. Tidak banyak keceriaan kala itu. Ugh, nikmat sekali bibirnya yang dingin dan lembut itu. Seperti dihipnotis, kami menurut saja.




















