Ayu mulai tak canggung-canggung mengungkap riwayat hidupnya pada si sopir. Bokep live Malam ini nginep aja di sini…hujannya juga belum berhenti!” tawar Ayu“Eerrr…Mbak!” Faried menepuk pundak Ayu yang membelakanginya“Iya…eeemmm!”Saat Ayu menoleh, Faried mencuri sebuah ciuman dan dibopongnya Ayu ke arah tempat tidurnya yang berukuran queen size dengan warna serba pink. Pria itu ternyata tulus mencintai Ayu tanpa memandang masa lalunya yang kelam, ia sendiri seorang duda tanpa anak. Mereka saling memeluk, saling meraba. Faried terbengong-bengong memandangi sekitar ruangan itu, entah perlu gaji berapa puluh tahun baru bisa membeli rumah seperti ini.“Duduk Bang!” Ayu mempersilakannya duduk di sofa “mau minum apa nih? Suasana terkesan kering dan kaku.Keduanya tak bercakap-cakap lagi hingga taksi Faried tiba di gerbang depan rumah yang dituju.Ayu hanya mengucapkan ‘Selamat malam. Perlahan, Faried mulai menyusuri bukit dadanya yang sebelah kiri dengan lidahnya.




















