Revy hanya terdiam dan tertunduk sembari memainkan ujung blazernya dengan kedua tangannya. Bokeplive Please answer me…”, balasnya sedikit memaksa. Ah…kepastian…….. Dulu kita sering nongkrong makan ice cream sambil memandangi produk-produk St. Kini wajah kami berhadapan dekat, dengan Revy dalam pangkuan. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng. “Kamu jahhaaattt……!!”, serunya tiba-tiba, masih sambil menangis dan memukuli dadaku dengan kedua tangannya. “Ryo, have you ever had some different feelings about me?”, tanyanya tergugup. mimpi kamu…!!Sejak kita bertemu lagi, memang sering kami berjalan-jalan seusai jam kantor. Setelan celana panjang hitam dengan blazer senada menutupi kausnya yang berwarna biru muda sangat chic dikenakannya.Kemacetan Jakarta sore hari telah memaksa kami untuk membongkar kotak kue Revy lebih dulu di jalan ketika jam di mobilku menunjukkan pukul 18.02 WIB. Saya hanya terdiam sambil menebak-nebak apa




















