Bu Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Bokeplive Bu Lia terpekik. Ingin kusergap aroma itu serta menjilat kemaluannya. Sekarang kecup, jilat, serta hisap sepuas-puasmu. Bu Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Aku menengadah.“Kurang jelas, Bay?”Aku mengangguk.Bu Lia tersenyum sambil mengusap-usap rambutku. Ia lalu menekuk serta meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Matanya berbinar-binar sayu. Menengadah. Akibat kecupanku, Bu Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya.Serta tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalamnya. Bu Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.“Jangan diam saja. Matanya berbinar-binar sayu. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku.




















