Sebut saja namnya Susi. Dan aku panggil-panggil tante Susi.“Tante.., Tante.., Dik Wisnu.., Dik Wisnu” lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung. Bokep “Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?” katanya penuh harap, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, namun mereka gak tahu apa maksud perkataan tante Susi. Sehingga setiap malam warungnya selalu dipenuhi oleh orang-orang tua yang betah memandangi tubuh seksi tante Susi itu. Dan lagi baru kusadari dengan hanya handuk yang dililitkan diatas dadanya berarti tante Susi tidak memakai BH. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Keesokan harinya saat aku hendak berangkat kerja, ketika didepan warung tante Susi, aku di panggil tante. Ketika aku mengambil bungkus rokokku, ternyata isi rokokku sudah habis lalu dengan cepat aku melihat jam.




















