Kuciumi ujung buah dadanya yang telanjang di depanku. Seperti apa yang kau mau.”
“Hmm. Bokep Ia mengikutiku.“Maaf. Ini rumah bujangan,” kataku begitu aku melangkah masuk ke dalam ruang tamu. “Tidak. Lalu ia tertawa. Waktu membawa keheningan. Kegelian bercampur kenikmatan membuatku terbang ke awang-awang imajinasiku. Lalu secara tiba-tiba kekakuannya berubah menjadi sebuah senyuman tipis. “Perjaka,” bisiknya dengan tersenyum. Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku. Aku cepat-cepat melakukan apa yang dimintanya. “Tenang,” bisiknya. Alunan instrumen membuatku terlena beberapa saat kemudian.“Kamu terangsang,” ia berbisik tiba-tiba. “Letakkan tanganmu di sini,” bisiknya. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. “The hell,” desisku. Jangan buatku kecewa.”
Aku tertawa dan bangkit dari sofa, lalu mendekatinya.




















