Aku bermaksud mengembalikan buku yang kupinjam dari salah seorang teman sekolahku, seorang perempuan, Yuli namanya. “Tekan-pelan-pelan Med..”.Aku menekannya pelan-pelan, tapi tiba-tiba tumitku yang terlipat menindih batu yang agak runcing, aku kaget karena sakit. Bokeplive “Sini lihat kontolmu..!” kata Yuli enteng.Kubuka resleting celanaku dan kubuka celanaku. “Ya, berkat kamu dan si Bleki”
“Maksudmu?” tanyaku heran. Ketika sampai di rumahnya, yang kutemukan hanya ibunya yang sedang menjemur pakaian. Tidak Ada Perempuan, Anjing & Ayam Pun JadiNamaku Memed, awas jangan salah menyebut namaku menjadi memek, ketika itu (tahun 1998) umurku baru 12 tahun, namun anehnya hasrat seksualku telah begitu kuat, sehingga kadang sulit untuk diredam. Aku dan Yuli melenguh berbarengan. Kupegang dan kuusap-usap bagian punggungnya dan terus ke arah belakang, sementara itu kontolku telah sedemikian ngaceng di balik celana pendek yang kupakai.Anehnya kambing itu diam saja ketika memeknya kuusap-usap, seperti menikmatinya.




















