With the water shortage, my stepdad suggested we take a shower together. Bokeplive I was hesitant, so I wore my bikini to cover my body, and I was right to do so. He started jerking off! At that moment, I could have left. I even offered to look the other way, but his moans were tempting me. Then, I finally looked at his cock, and it was bigger and fatter than I thought. My pussy was so wet, I had to do something about it, so I took my bikini top off and offered him a deal: I could help him masturbate if he helped me too. I knew he wouldn’t say no to my young, perfect body, but just touching each other wasn’t enough. I needed more, and I was determined to get it next time. If we shower together again, he’d better be ready to bathe me with his cum.
sekilas pandangan Vina membuat ia bergidik ngeri , ini seperti sebuah penjara, tapi dalam penjara itu kelihatannya semua wanita dan telanjang dengan kondisi memilukan. “berlutut….sekarang…”
Vina menuruti kata mahluk itu, dan kemudian ia merasakan penis mahluk itu menyentuh wajahnya, dari atas, ke hidung dang berhenti di mulut. “huh..mungkin cuma perasaan gue aja kali ya….”
ia kembali duduk di ranjangnya dan melanjutkan apa yg tadi tertunda. dia mengeluarkan nafas panjang , saat jari jarinya meluncur pelan di bibir vaginanya, sesekali ia merintih perlahan. dan dengan perlahan, mahluk itu merobekpakaian bawah Vina, menelanjangi Vina seperti waktu dulu. selama berjam jam tubuh Vina dipermainkan mahluk itu, tubuhnya dibolak balik, lubang vagina , anus dan mulut Vina bergantian melayani penis mahluk itu. putingnya mengeras. namun pompaan ini belum berhenti, ia masih mersakan sebuah benda tumpul menusuk nusuk vagiananya, bahkan kini ia merasakan





















