Sementara tangan kanannya siap membuat Bram susah bernafas, tangan kiri Tia mencari-cari bagian tubuh Bram yang paling jujur.Tuh, kan… pikir Tia. Bokep Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Tia masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. Tapi, pikirnya, dicoba sajalah… tidak ada salahnya.***Bram menyetir pulang membawa oleh-oleh kue coklat untuk istrinya yang dia kira masih ngambek, tapi sudah beritikad baik mengajak berdamai. Dia belum lupa tadi habis membuang apa di mulut Tia. Brammm!!”Tia terengah-engah karena kenikmatan melanda badannya. Terus. “Kamu udah dua hari nggak ngomong sama Bram. Dia tidak menyangka Bram bakal secepat itu mengerti dan ikut ‘bermain’. “Bram emang salah sih, tapi Kak, aku nggak niat cerai sama dia. Hanya saja Tia sering merasa Bram seperti bosan dengan dirinya.Tia masih muda.




















