Kuturunkan lagi mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan tertata rapi.Beberapa kali kugigit pelan bulu-bulu itu, sehingga pemiliknya menggelinjang ke kanan kiri. Kudaratkan bibirku di bibir memeknya, kukecup pelan. Bokep Bisa nggak dapet bis kalau kesorean,” jawabku.“Cuman sebentar kok Dik. Aku merebahku tubuhku yang terasa lemas di samping Mbak Viona, sambil memandanginya yang asyik mengusap meratakan spermaku di tubuhnya.“Hampir lupa ya?” lagi-lagi hidungku jadi sasarannya waktu Mbak Viona mengucapkan kata-kata itu.Selama di bus dalam perjalanan pulang aku memejamkan mata sambil mengingat-ingat pengalaman yang baru saja ku dapat dari Mbak Viona. Kuperhatikan wajah Mbak Viona mirip ayahnya sedang Sarah mirip ibunya. Yang jelas, sudah aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Nita.”Aku sama sekali tidak bohong pada Sarah, karena aku sama Nita memang sudah punya komitmen untuk ‘tidak ada komitmen’.




















