Kepalaku sudah berat. Bokeplive “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis. Segar. Buat mereka life style seperti ini murah bukan main. Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. Tempat ini sejarah bagiku. Selain kapabilitasnya yang terjamin, blow job-nya juga bukan main. Felly lagi. Kubuat sikapku persis seorang remaja putus asa akibat problem rumah tangga menahun. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Sampai jam 5 sore, waktu karibku menelpon aku malah buat janji dengannya untuk clubbing di Zanzibar.




















