Demikian juga schedule hari ketiga. Bokeplive Lina kudekap dengan mesra dan kami tak banyak bercakap lagi sesudah itu.Pukul lima seperempat kami keluar dari kamar mandi. Lina mencengkram kepalaku dengan kuat, sesekali kusedot-sedot lalu jilat, ambil nafas. “Jangan-jangan bukan manusia..”, pikirku. Matanya.., indah sekali. Rambutnya dipotong saggy, lurus hitam sepundak, matanya sendu sedikit kubil, hidungnya bangir, mulutnya mungil indah, lehernya jenjang, kulitnya putih, dadanya nampak penuh, sekitar 36B. “Kalau cape tiduran aja Lin..”
“Kamu aja Nov, tanggung udah jam tiga, jam lima aku pulang kok..”
Aku tersenyum, sekarang aku melangkah ke arah tempat tidur, “Ya udah, aku aja yang selonjorin kaki, sory ya aku duduk di tempat tidur”. Capt. Sekarang aku yang panik. Lina menoleh, menutup telepon dan tersenyum.




















