Bahkan karena orangtuaku belum mengizinkan aku main pacar-pacaran ketika itu, sehingga mereka berusaha memisahkan aku dengan pacarku itu, terutama ketika kami bersamaan tamat. Aku justru senang bisa juga ikut nonton di bioskop” kataku dengan rasa gembira dihatiku. Bokeplive Kali ini tangan kananku kubentangkan di atas sandaran becak, lalu sedikit demi sedikit sengaja kukendorkan agar turun melingkar dileher Nidar, tapi Nidar selalu mencubit pahaku dan menghindari tanganku. Mulanya ia sama sekali terdiam, bahkan aku seolah putus harapan lagi mengira ia sudah tidur nyenyak. “Kak, terima kasih atas kesediaanmu bermalam. Nidar tidak banyak bergerak dan menolak lagi, malah ia semakin merabatkan tubuhnya ke tubuhku, sehingga tukang becak tidak ada celah untuk melihat posisi ujung sikuku yang menyentuh payudara Nidar yang masih montok itu. “Sebenarnya aku juga sangat mencintaimu Kak. Aku kan tahu diri sebagai orang desa ha..ha..” jawabku.




















