“Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Bokep “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Sampai pagi. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Tempat ini sejarah bagiku. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Itu yang ada di otakku. “What have you done you moron. Bingung? Ia memapahku berjalan menuju mobilku. Gosh, these girls are so easy. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Kisah anjing makan anjing lebih menarik bagiku.




















