Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Bokeplive Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. “Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku.




















