Maka sekali lagi Wadi mengambil ancang-ancang, meluruskan, perlahan menekan dan akhirnya… “Kriingg…” suara telepon berdering, Wadi dan Yumul terkejut dan setelah sadar itu suara telepon mereka saling tersenyum, “Oo cuma telepon.. Bokeplive Cepat Mas angkat dulu teleponnya biar nggak berdering terus,” Kata Yumul. Yumul berhenti sejenak, mengatupkan mulutnya rapat-rapat, sedikit menutup matanya. hh.. jangan dulu Bang, hh.. tunggu Yumul, hh.. Yumul terlihat lebih cekatan, mengeluarkan meriam Wadi dan mengulumnya hingga menekan tenggorokan. Aku tak tahu bagaimana cara menahan pancaran yang siap mendesak keluar, hingga akhirnya, “Aaahh…” dan “Crottt.. Tiba-tiba terdengar pintu pagar terbuka, rupanya Yumul, adik Budi, pulang lebih awal ditemani pacarnya Wadi. Sayup-sayup terdengar gemercik air siraman mandi Yumul, lalu senyap.Ketika keluarganya pulang dari undangan, aku sedang membersihkan keringat, bercak-bercak mani dan darah yang berserakan di lantai.




















