“Besok kamu ikut aku menemui Dika”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Bokep Ternyata Dika tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan Extream dan seakan mau melahap seluruh tubuh ku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.Dika menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. Aku tahu dia akan meminta ‘jatahnya’ malam ini. Aku masih bergelayut manja di dekapan tubuh nya. Itu berarti aku harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Ajik.Mas Ajik mengerti keterkejutanku. Tidak lebih dari lima belas menit aku berteriak kecil saat aku sudah tidak mampu lagi menahan kenikmatan yang kurasakan, tubuh ku meregang sekian detik dan akhirnya rubuh di ranjang ketika puncak-puncak kenikamatan kuraih pada saat itu, mataku terpejam sambil menggigit kecil bibirku saat kurasakan vaginaku mengeluarkan denyut-denyut kenikmatannya.Dan




















