Ketika langkah ku mau menuju dapur untuk mengambilkan minuman untuk Rian. Bokep memebesar doong..Cepet keluarin.. Aku masih teringat apa yang barusan aku lihat. “Seterah kamu sih, aku hanya ngajak aja, itu juga kalau kamu mau!”“Sepertinya kamu seperti ada pikiran dah!” Rian mencoba menebak-nebak apa yang ada di pikiranku. Entah apa yang di lakukan Rian terdengar suaranya agak berdesis.“Sayang.. Ibu mau berangkat yah..” Kata ibu ku sambil memegang hp nya sepertinya mau menelpon seseorang entah ayahku atau lelaki lain, selain Ayahku.“Haloo sayang.. Ayo kita berangkat.” Om-om itu pun bergegas memakai celananya.Ibu ku segera merapikan rambutnya. Aku terkejut ternyata pria itu tidak ada di dalam, aku cari kesetiap pojokan ruangan. Rian jarang sekali untuk membuka suara lebih dulu kalau aku yang lebih dulu membuaka pembicaraan, baru Ia menjawabnya.Entah apa yang membuatku melemparkan pertanyaan padanya. kemana om-om tadi ,” Bathinku.




















