Sedangkan pria lain juga ada yang meraba-raba bagian vaginaku. Namun perutku sudah kosong, muntahanku pun menyakitkan sekali, perutku sakit memaksakan aku harus muntah lagi. Bokep Kemudian ia membelai rambutku yang hitam nan panjang, “Alex bilang namamu Madona ya?”, tanyanya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Pria yang menggenjot vaginaku sudah menarik penisnya, ia sepertinya sudah menyemprotkan sperma di vaginaku, “Asyik nih…”, katanya lalu memberikan posisinya kepada pria lain. Aku hanya bisa pasrah, membiarkan pria-pria itu terus-terusan menggagahiku, inilah pilihanku, menyelamatkan Chelsea dan Herman dengan resiko seperti ini. Aku sedikit menangis karena kondisi tubuhku yang panas ini harus diperlakukan begini. Pria lain yang sudah ku sepong penisnya, sudah mengantri untuk menusuk vaginaku dengan penis mereka. Dan kamar kemudian hanya tersisa aku dan anakku Chelsea setelah Herman berangkat ke tempat usaha.***“Chelsea kembali ke kamar ya ma, mau belajar”, kata Chelsea




















