Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Live bokep “Oh.. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. “Pa, Ma, Ananda boleh pulangnya belakangan?” tanya Ananda kepada kedua orang tuanya. “Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi. Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. “Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya. Dengan keberanian di tengah keremangan, aku memeluk Ananda mendekat dan mengecup bibirnya yang ranum. Yah Ananda” kataku polos. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui Ananda dan kedua orang tuanya.




















