“Silakan aja, asalkan kamu nggak keburu pulang”. “Silakan aja, asalkan kamu nggak keburu pulang”. Bokeplive Kali ini, kenikmatan itu mengantarkanku ke alam tak sadar untuk beberapa saat.Cukup lama aku tertelungkup di meja itu, terengah-engah, dibanjiri keringat, lemas sekali seperti setengah pingsan. Aku tak tahu diapakan, tapi celana dalamku segera lepas. “Hah? Tiap kali jemarinya yang hangat itu menyentuhku, rasanya begitu nikmat hingga aku mengerang keenakan. Aku yang baru berusia 20 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya pada posisi yang cukup menyenangkan baik secara status maupun secara ekonomi. Nyatanya, ia tidak berusaha mencuri pandang ke arah yang tidak-tidak seperti pria lainnya yang pernah ketemu aku. Eh, omong-omong, Mbak kantornya di lantai berapa?”. Maka aku berdiri dari kursi, dan melepaskan blazerku dengan gaya yang aku buat-buat agar nampak seksi. Lalu kewanitaanku seperti diselimuti oleh sesuatu yang




















