Saya ingin mendapatkan kamu, Wati,” kata Pak Kusrin.“Ma …. Ahhhh …” kataku. Bokeplive Sambil memegang kedua betisku,Pak Kusrin mulai melakukan gerakan maju mundur sehingga kontolnya timbul tenggelam dalam memekku. Aku hanya diam mematung di atas tempat tidurku, tak mapu untuk berkata apa-apa. Pak Kusrin bahkan tidak mau repot-repot menghabiskan uang untuk menyewa kamar hotel untuk menikmati tubuhku. Kami semua sangat senang dan berterima kasih pada Pak Kusrin, karena tanpa dia, kami mungkin harus tinggal di kolong jembatan atau emperan toko.Malam itu Pak Kusrin datang ke rumah kami dan aku menemani Mak untuk menemuinya. Aku sudah mau keluar …” Pak Kusrin pun memenuhi permintaanku. Hal yang semula aku lakukan karena terpaksa untuk menyelamatkan martabat orang tuaku ternyata begitu nikmat.




















