Telapaknya yang besar berusaha meraup seluruh permukaan buah dada itu, tapi tidak pernah berhasil. Bokeplive Rasanya sungguh tiada tara. Dan memang benar, saat tiba di kampus FH, anak-anak yang rapat sudah duduk-duduk di koridor kampus.“Bareng Lira?” Tanya Lina tanpa curiga.“Iya, tadi ketemu di jalan, ya sekalian aja.”“Tunggu bentar ya, 10 menit lagi.”“Oke, aku tunggu di sini ya.”Di tempatnya duduk, Andi melihat Lira berdiri di samping Boy. Melihat Lira bergerak naik turun, Andi tak kuasa untuk tidak meremas buah dada Lira yang terguncang-guncang. Kedua pahanya berusaha menjepit kepala Andi yang membuat Andi semakin ganas memainkan lidahnya. Sambil membakar rokok, Andi merangkul Lira. Bisa dikatakan beda gank, tapi hubungan mereka baik.Aktifitas mengantar Lina ke kampus pun kini menjadi lebih menyenangkan bagi Andi karena ia sering bertemu Lira.










