he.. Jalan-jalan. Bokep live Sesudah itu aku dan Vera beres-beres. Ternyata, dia membalas dengan dahsyat. Waktu itu aku ijin pulang jam 4 sore ke Factory Managerku, alasannya keperluan keluarga. Ternyata cita-citaku tercapai, yang mengangkat ternyata dia. Kalau orangtuanya tahu, si Vera bergaul denganku yang notabene pribumi asli. Tapi kan dulu, aku tidak tahu. Pas deh. Walaupun aku telah merawaninya hari Minggu itu, tapi hubungan kami belum bisa dianggap sebagai pacaran. buat say hello. Sambil pulang aku berpikir, aku punya resiko besar buat pacaran dengan Vera. Wah asyik juga nih. Kulitnya putih (khas Chinese), tingginya kira-kira 165 cm, cukup tinggi untuk ukuran cewek, rambutnya pendek di atas bahu, warna rambutnya hitam kecoklat-coklatan, matanya juga coklat, wah… seksi sekali, dia memaakai stelan blazer merah, dan bawahannya dia pakai celana panjang, dengan juga warnanya (satu stel deh pokoknya).




















