Kemudian ia mengangkat wajahku yang tertunduk dan mendaratkan bibirnya tepat di bibirku.Ciuman itu begitu lembut, perlahan tapi dapat kurasakan getarannya. Bokeplive Selain itu Mas Agus belum menikah padahal umurnya sudah hampir kepala tiga. “Kamu nggak kepanasan? Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. Saat itu di sana masih ada empat orang tamu yang sedang bermain ditemani oleh manajerku, mereka adalah teman-teman dari pemilik club tersebut, jadi walaupun club tersebut sudah tutup, mereka tetap dapat bebas bermain. Aku tertunduk bisu. Sudah, kita berhenti saja, saya menyerah!” seruku memelas sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku, saat itu aku sudah merasa sangat malu dan tidak lagi berminat untuk meneruskan taruhan itu. Saat itu jam kerjaku memang telah selesai. Beberapa saat kemudian aku terhentak ketika secara tiba-tiba Mas Agus membalikkan tubuhnya. Ia sangat suka dengan anak kecil. Dan terlihat jelas kini apa




















