Namun, tibatibakeberanianku hilang. Mbak Wien sudah turun. Bokeplive katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. katanya.Halo..? Namun, tibatibakeberanianku hilang. Wiendatang. Ya tidak apaapa,hitunghitung olahraga. Betulbetul keras. Lalu dikocokkocok sebentar.Aku memegang teteknya. Kadangkadangketimun. Sekarang hitung penumpang angkot dansupir. katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Apa yang akuharus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnyaapa? Aku masih mematung. Palingtidak aku dapat melihat leher yang basah keringatkarena kepayahan memijat. Ah sial. Kali ini dengan telapaktangan. Tetapi tidak lama, suara pletakpletokterdengar semakin nyaring. katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Ayo. Ini.., kutunjuk pangkal pahaku.Besok saja Sayang..! Oh.., aku hanya dapat menunduk,melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari diruangan sempit itu. Alamak.., jauhnya.




















