Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Mobil langsung di arahkan ke hotel. Bokep Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Fenty saat itu. Fenty terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok kontol Papanya.“Cepat masukkan, Pa…” pinta Fenty.Papanya tersenyum lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Darah Fenty mulai berdesir.“Ada apa sih, Fen?” kata Papanya lagi sambil tersenyum.Ucapan Papanya tidak bisa terus ketika bibir mungil Fenty mengecup bibirnya.“Fenty sangat sayang Papa,” bisik Fenty lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Papanya. Crott! Fenty segera berdiri, mematikan TV lalu segera bergegas masuk kamarnya. Tak terasa air matanya mengalir di pipi.“Ada apa sayang?” tanya Papanya sambil terus memompa kontolnya.“Fenty sangat bahagia bisa bersama Papa saat ini,” kata Fenty sambil memeluk erat Papanya.“Fenty sangat sayang Papa,” bisik Fenty.“Papa




















