Karena seperti itu keadaanya akupun akhirnya terpaksa harus menunggu di kursi yang diperuntukan para calon pasien untuk menunggu. Bokeplive “ Iyadeh Mbak, huhhhh.., ” ucapku dengan muka kesal. Singkat cerita kira-kira jam 9 malam ternyata hasil check upku diantarkan oleh Dokter cantik itu. Rasanya saat itu penisku seperti diremas-remas oleh vagina Bu Dokter.Pantatatnya yang kenyal itu menempel dengan pahaku seiring dia bergoyang diatas tubuhku. Usahanya memang tidak sia-sia, penisku yang tadinya sudah loyo, pada akhirnya berdiri lagi. Penisku semakin tegang bahkan secara spontan penisku berkedut-kedut dari dalam celana,“ Loh Mas, kog kemaluan mas tegang yah, mas nafsu yah melihat saya, ” ucapnya tanpa rasa sungkan sedikitpun. Ahhhhhhhhhh, ” desah Bu Dokter sembari mendongakan kepalanya keatas. Sore sesampainya di tempat medical check up antrianya sungguh luar biasa panjangnya.Untung saja saat itu adalah antrian medical check up tahap pertama,




















