Selesai dia pun menjauh dan tinggalkan aku dan Bobi saja.Bobi tanpa ampun dari belakang langsung mengangkat tubuhku dan memompa vaginaku, aku terlihat seperti duduk di kursi berpenis. Livebokep hahaha!! Namun Bobi akhirnya juga sudah keluar. “iya win, terima kasih ya”, kataku. Setelah itu Erwin mulai memompa perlahan, dan ternyata kata dia memang betul tidak begitu sakit lagi. “hahaha, ayoo Erwin go go go!!”
“Hahaha gimana Van enak kan?? awas kalau di muntahin, itu hadiah buat lu karena sudah memuaskanku.”
Aku dengan terpaksa telan saja walau sulit banget, anggap saja seperti minum obat cina (karena pada dasarnya obat cina terasa aneh). “wah wah Win, beraksi sendiri nih ya, kukira kita beraksi rame-rame”, kata Derman. “Sluuurrppp…SLuurrrppp…cap..cepp..spok..”
“eeeeeeekkkkk, hentikan!!










