Desy berguling dan berusaha berdiri dan berhasil berlutut dan berdiri. Kemudian ia meraih pegangan pintu dan mulai menariknya.Desy berusaha menjerit “Jangan! Bokeplive Dengan satu tarikan keras, t-shirt itu robek membuat BH-nya terlihat. Lama kemudian Desy jatuh pingsan kelelahan dan shock. Payudaranya terasa sangat sakit, tapi Desy bersyukur ia masih hidup. Desy menangis terus, melihat dirinya disiksa dengan cara yang tak terbayangkan olehnya.Sambil tertawa Roy melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Ia merasa kesakitan. Sebelum Desy sempat membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar suara lecutan, dan sesaat kemudian Desy merasakan sakit yang amat sangat di pantatnya. Kemudian kedua kaki Desy juga diikat ke kaki kursi yang ia duduki. Ia mendorong Desy hingga berbaring telentang di atas meja.Pertama ia melepaskan tangan Desy kemudian langsung mengikatnya dengan plester di sudut-sudut meja, tangan Desy sekarang terikat erat dengan plester sampai ke kaki meja.




















