Kupeluk pundak Chie dan menggandengnya, merasakan tubuh itu menggigil di lenganku.Saat itu aku sangat ingin memarahi Jay. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Bokeplive Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! “Aku ingin bercinta denganmu, Ray.”
“Jangan, Chie!”
Kupegangi kedua pundaknya, menjauhkan kepalanya. “Ah.. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Chie. Aku tahu ia masih perawan. Aku tak ingin mendengarnya. Kuulurkan tanganku ke sela jeruji pagar, menarik pipinya, membuatnya mengerang, membuka pagar dan memukuli pundakku.“Ray, bagaimana menurutmu tentang keperawanan?” Ahk. Sampai sekarang. “Hah? Bibirnya sedikit terbuka. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan.




















