Pintu lift terbuka di lantai 4, dan Umi keluar meninggalkan Karman yang masih berusaha mengajak Umi pulang bareng. Bokep Kau siapa!? Tiba-tiba Pak Ramses menarik Umi, memaksa Umi membungkuk sehingga tubuh atasnya telungkup di meja, kemudian memelorotkan celana panjang Umi.“Ampun Pak… Jangan Pak…” Umi takut sekali membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya, dia tak menyangka Pak Ramses akan setega itu…tapi hal yang dibayangkannya belum terjadi.PLAKK!“Auw!”Bunyi tangan menampar pantat bergema memenuhi ruangan kecil itu. Bunyi yang sama beberapa saat kemudian berulang beberapa kali selagi Pak Ramses mengemplangi pantat Umi.PLAKK! Posisi Umi sungguh tidak menguntungkan, ruangan Pak Ramses hanya punya satu pintu dan dia sedang berada di ujung ruangan itu. Pak Ramses juga menyadari itu, dan dia tampak agak kesal: maksud hati menghukum dengan mengemplangi, apa daya konak juga jadinya.




















