Lina menelannya lalu membersihkan mulutnya.Kini giliranku. Bokeplive Perlahan kuputar, kuaduk, kukocok dengan pelan nan mersa.Lambat laun Lina mulai mengikuti irama yang kumainkan. “Eh.., ng.., iya Mbak.., ini..”, jawabku agak parau sambil menunjuk ke arah bungkusan kaos joger. Lina masih menunduk saat sisi pantatnya menyenggol pinggangku. Saat itu Lina telah membanting-banting kepala dan pantatnya ke kasur, tangannya mencengkram kencang kepalaku, sementara keringat telah membasahi tubuh kami berdua.Beberapa saat kemudian, penisku yang telah gemas terasa berdenyut-denyut, meminta bagian, sudah berkali-kali Lina mengerang. Namanya Alex dan kami biasa bertukar cerita tentang kehidupan malam. Kupikir ada baiknya melepaskan ketegangan, karena besok hari terakhir di Ambon (setelah itu aku belum pernah ke Ambon lagi hingga sekarang Ambon dilanda tragedi)Di tempat karaoke, aku datangi bartender yang juga merangkap petugas hotel.




















