Tapi aku pun terus berusaha merapatkan bibirku ke titik sensitive itu.Dan tiba-tiba dia berkata “maasss, aku…mau.. Bokep live Pengen banyak cerita sama kamu, pengen tukar pikiran dan diskusi kaya saat workshop dulu” ungkapnya.“iya..iya..udah ah, ga enak diliat orang banyak” kataku sambil melepaskan pelukannya. Enak banget” ujarnya berbisik di telingaku.Aku hanya tersenyum mendengar kata-katanya, sementara Sokren masih terbaring lemas diatas tubuhku, kontolku yang masih menancap dalam memeknya bergerak-gerak mencari perhatian ;p dia pun merasakannya, dan mulai bangkit. Keesokan harinya pukul 10 pagi aku sudah stand by di terminal bis antar kota di kotaku. Sampai pada satu jumat malam di bulan September tahun 2014, Sokren menelponku. Beberapa saat kemudian tiba-tiba dia menekan dalam-dalam pinggulnya. Aku yang bingung kemudian bertanya kenapa, bukannya menjawab, tangis Sokren justru makin kuat.














