Ketika itu dia telah berkutat dengan kancing celana jeans-ku. Tante mau ngajak saya ke Palembang ya?” tebakku asal. Bokeplive “Eh Den, kamu sama sapa nih?” kata Reza sambil senyum-senyum kepada Aryo. Mata Aryo terus saja mengikuti film yang sedang diputar tanpa berkedip. “Makasih Den.”Akhirnya Tante Ida dan Suaminya naik kereta api ke Jakarta malam itu. Aku terburu-buru ke kamar mandi. Sejenak aku memberinya kesempatan untuk bernafas. “Mas Den, Aryo boleh ikutan nonton?” tanyanya sambil senyum-senyum. Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. Segera saja dia memelorotkan celanaku. jam berapa dia nelpon?”
“Tadi pas Mas Deni kuliah, pesennya gini, VCD-nya udah dateng sekarang di tempat si DJ”, kata Aryo. Kulitnya putih bersih, tinggi, dan badannya sedang. Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. Aku menggeleng, “Jangan, kamu kan masih kecil!” kataku.




















