Aq tdk menjepit tubuhnya. Dari perut turun ke paha. Bokep live Dadaku mulai berdegup lagi. Aq perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Aq mengikutinya. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuat-kuat aroma itu. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku. Aq memegang teteknya. Kadang-kadang ketimun. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yg masih menempel di tubuhku. Jendela kubuka. Tunggu apa lagi. Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Aq terpejam menahan air mani yg sudah di ujung. Aq masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Tapi ia dingin sekali. Lalu memeknya, basah sekali. Sial. Alamak.., jauhnya. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aq.




















