Awalnya dia mengecupi ujung kepala penisku, lalu perlahan mengemut kepala penis secara bertahap. Aku hirup lekat-lekat aroma khas vagina yang baru aku rasakan.“Sluuurrrruuuuppppsss,” secara naluri lidahku langsung mengkuas vagina Sava, liurku seketika itu langsung berlumuran.“AAaakkkhhhhh Qora enak bangeeettt,” Sava mengerang, pinggulnya terangkat ke atas, dia memegangi kepalaku lalu mengangkat wajahku.“Kenapa Sava sayang ?”Nafas Sava tersengal, memandangku dengan penuh nafsu, “enak banget Qora, kamu pasti sering nonton bokep.”Aku hanya tersenyum, lalu kembali menjilati, Sava menggelinjang-gelinjang. Bokep live Pokoknya aku harus meraih impianku Qora, harus…haruss….haruss,” huh kebiasaan Sava kalau sudah begini, dengan semangatnya dia nyerocos tanpa henti.“Apa sih yang enggak buat permaisuriku yang cantiknya kelewatan ini,” aku mencubit pipinya gemas sangat gemas hingga dia meringis kesakitan dan menampakan wajah kesal kepadaku.




















