Aku kembali memompa penis-ku ke dalam memiaw-nya yang semakin lama semakin basah rasa-nya. Bokeplive Pagi hari-nya, tepat jam 9an, aku terbangun dan Karen sudah tidak ada di samping-ku. “Hmm…not necessary deh. Aku hanya bisa nonton tv saja, itupun karena remote control ada di bawah bantal-ku. Jadi kedatangan Karen tidak menjadi masalah buat kami. “Ok ok … siap-siap Karen, ngga lama lagi!”, jawab-ku singkat. Aku tidak tau apa yang sedang Karen perbuat sewaktu di kamar mandi, sampai pada akhir-nya Karen pernah menjelaskan kepadaku bahwa dia harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan Diaphragm ke dalam vagina-nya (for hygenic reason). Jam kerja aku mulai dari jam 8 pagi, dan jam kerja Karen tidak menentu. Apakah sebelum atau sesudah Karen berkata ingin memberikan aku surpised, aku sudah tidak tau lagi.




















