“Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Bokep live Sepanjang sejarah hidupku. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Aku membuka tas dan mengambil sweater. BH dan celana dalam. Asap bus benar-benar menyesakkan. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku.Tubuh itu diam saja. memastikan. Kepotong deh. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Oh tidak. aku kembali menutup mataku.Perjalanan ini sesungguhnya bakal menyenangkan, kalau tidak harus mendengar rengekan anak 5 tahun yang sepertinya tidak pernah diam itu. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Ya, kearahku. Tak apa. Pelan dan sedikit menekan. Aku memandangnya.Matanya













