Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. Hampir tidak ada secuil pun dalam pikirannya kalau Cinta adalah seorang gadis yang bisa di-booking. Bokep Om Ridwan nampak ragu melanjutkan kata-katanya, namun akhirnya laki-laki paruh baya itu melanjutkannya. “Terus gimana dong Om?”. Beberapa saat kemudian Om Ridwan dan Cinta meninggalkan counter ponsel itu. Bayi besar bernama Om Rudi.“Om masih boleh kan nelpon kamu lagi?”. “Makasi ya Om”, Cinta hanya bisa melempar senyuman. Diapitkan kembali kedua pahanya, lalu gadis cantik itu berdiri. Cinta berbohong. Mungkin ini bukanlah saat yang tepat untuk mencari tahu kebenarannya.“Eh napa lu? “Boleh ya Om?”.Gadis cantik itu melemparkan senyuman, walaupun jauh di dalam ia sedang gundah.




















