Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Bokeplive Dadaku berguncang. Ia tidak bercerita apa-apa. Ayo..!Aku masih diam saja. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja.Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Karena itulah, tidak akan hadir kesempatan ketiga. Hawin datang. Ah bodoh. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Aku terpejam menahan air mani yang sudah di ujung. Aku duduk di tepi dipan. Langkahku semangat lagi. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing.




















