Namun aku sudah tidak ingin lagi dan pula aku tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal pemuda bernama Iky itu. Bokeplive Bukankah Mas Iky sudah berjanji akan menikahi Sienny?”“Iya.. Saat asik melihat kuli lain yang sedang main kartu datang beberapa perempuan yang biasa mangkal disitu dan melayani birahi para kuli dengan bayaran yang memang “murah”, untuk ukuran orang gedean. Kembali aku menghampirinya.“Kamu tiba-tiba membikinkan aku minuman hangat, padahal aku tidak menyuruhmu kan”, ucap Mas Iky sembari bangkit dari tempat duduknya.“Sienny, aku mau bilang bahwa aku menyukaimu.”“Maksud Mas Apa bagaimana?”“Apa aku perlu jelaskan?” sahut Mas Iky padaku.Tanpa sadar aku kini berhadap-hadapan dengan Mas Iky dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan terlampau dekat. Kamu mau mencintaiku kan..?” Aku terdiam tak mampu menjawab sepatah katapun.Mas Iky menyeka butiran air bening di sudut mataku, lalu




















