Tangan pak Dedi tidak henti-hentinya meremas payudaraku dengan keras. Bokep Apalagi saingan aku wajah dan penampilannya jauh berbeda denganku.Aku lebih cetar tentunya, setiap kali datang interview semua orang selalu saja memandangiku dari atas hingga ke bawah. Tak lama kemudian pak Dedi menegeluarkan spermanya,“cccccrrrrooooootttt….ccccrrrrooooootttt…..cccrrrrooootttt………”Sperma itu keluar dan dia semprotkan di bibir dan tubuhku. Apalagi saingan aku wajah dan penampilannya jauh berbeda denganku.Aku lebih cetar tentunya, setiap kali datang interview semua orang selalu saja memandangiku dari atas hingga ke bawah. Payudaraku yang besar terlihat menonjol dan aku memakai rok yang sangat mini. Pak Dedi sepertinya ada maksud lain,“sexy, putih, bersih dan kenyal…” ucap pak Dedi“maksdunya pak????????”“kamu sexy aku suka deh sama kamu…” tangannya membelai wajahku.“apa-apaan ini pak jangan seperti ini pak…” ucapku dengan ketakutan.“udah nurut aja sama bapak nanti kamu pasti saya terima sebagai karyawan disini…”“jangan pak..jangan lakukan ini…”Tampaknya




















