Aku berhenti sebentar, memandangi Nisa. Bokeplive Setiap aku meremas pantatnya, Nisa kian menekan memeknya ke pahaku.Aku mengupayakan untuk memegang memeknya dari belakang. “Aku mo kekamar mandi dulu yan, mo bersihin dulu” kata Nisa. Aku pun membuatkan dia teh hangat. Dipikiranku hanya ada anda yang dapat aku percaya dan aku repotin” jawabnya. Hmmm… ternyata Nisa benar-benar terangsang, memeknya sudah paling basah.Sekarang aku memegang memeknya dari depan. “Ya masih untung lah mantan tunangan anda masih inginkan tanggung jawab” kataku.“Sebenernya dia dulu pernah mohon ML sama aku, namun aku tolak Yan. “Iya Yan..” jawabnya lemah. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan Nisa rebahan saling bersisian kembali.“Mungkin emang dia bukan jodoh anda Nis.” kataku ke Nisa.




















